Kamis, 14 Februari 2013

Struktur Atom Dan Sistem Periodik Unsur


     Sahabat Sekalian Pada kesempatan kali ini kata ilmu akan share mengenai materi pelajaran Kimia, tepatnya struktur atom dan sistem periodik unsur. Simaklah selengkapnya:
Perkembangan Model Atom
Model atom Dalton
  • Atom merupakan partikel terkecil dari materi
  • Atom tidak dapat diubah menjadi atom lain
  • Berbentuk bola kosong / bola pejal yang tidak memiliki muatan
Model atom Thomson
  • Atom merupakan bola yang bermuatan positif dengan elektron tersebar di dalam bola
  • Elektron merupakan partikel terkecil dari materi
  • Model atom disebut “roti kismis”
Model atom Rutherford
  • Atom mempunyai inti atom yang merupakan pusat atom dimana terletak muatan positif.
  • Elektron beredar mengelilingi inti atom
  • Atom bersifat netral
Model atom Bohr
  • Elektron beredar pada lintasan yang disebut kulit-kulit elektron
  • Lintasan-lintasan elektron tersebut mempunyai tingkat-tingkat energi dimana lintasan terdekat inti mempunyai energi terendah
  • Elektron-elektron dapat berpindah-pindah lintasan dengan memancarkan atau menyerap energi.
Model atom Mekanika Gelombang
  • Lintasan-lintasan elektron berupa ‘awan elektron” dimana letak elektron berada pada lapisan “awan  elektron”
Proton, Eletron dan Neutron
 PROTON ELETRON NOUTRON
  • Proton =  Z (No. Atom)
  • Elektron = Z (No. Atom) ± Muatan (berkebalikan)
  • Neutron =  A – Z (No. Massa – No. Atom)
Isotop, Isobar dan isoton
  • Isotop → unsur-unsur yang mempunyai nomor atom sama tetapi nomor massanya berbeda
  • Isobar → unsur-unsur yang mempunyai nomor atom berbeda tetapi nomor massanya sama
  • Isoton → unsur-unsur yang mempunyai jumlah neutron sama
  • Perhitungan Isotop
ISOTOP ISOBAR RUMUS
Perkembangan Sistem Periodik 
Logam & non logam
Triade Dobereiner
  • Unsur-unsur yang ada dikelompokkan menjadi satu kelompok yang terdiri dari 3 unsur yang mempunyai sifat-sifat yang sama.
Hukum Oktaf Newlands
  • Unsur-unsur dikelompokkan menjadi 7 dimana unsur ke 1 sifatnya mirip dengan unsur ke 8, unsur ke 2 sifatnya mirip dengan unsur ke 9 dan seterusnya
Sistem Periodik Mendeleyev
  • Merupakan awal terbentuknya sistem periodik modern.
  • Unsur-unsur dibagi dalam lajur vertikal yang disebut golongan dimana unsur-unsur tersebut mempunyai sifat yang sama, secara horisontal unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom.
  • Mendeleyev mengosongkan tempat-tempat yang belum ditemukan unsurnya bahkan sudah diramalkan sifat-sifat fisika dan kimia dari unsur yang belum diketahui tersebut.
Sistem Periodik Modern
Dibagi 2 lajur, yaitu:
Lajur horisontal
Disebut periode, unsur-unsur disusun  berdasarkan kenaikan nomor atom dan terdiri dari 7 periode
Lajur vertikal
Disebut golongan, unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai sifat-sifat kimia yang sama.
Golongan dibedakan atas golongan utama (A) dan golongan transisi (B)
  • Golongan I A → Alkali (logam)
  • Golongan II A → Alkali tanah (logam)
  • Golongan III A → Boron (logam & non logam)
  • Golongan IV A → Karbon (logam & non logam)
  • Golongan V A → Nitrogen (logam & non logam)
  • Golongan VI A → Oksigen (logam & non logam)
  • Golongan VII A → Halogen (non logam)
  • Golongan VIII A → Gas mulia (non logam)
Konfigurasi Eletron dan Menentukan Periode dan Golongan
  • Angka yang dipergunakan yaitu : 2, 8, 18 dan 32
  • Angka sisa yang diperbolehkan : 1 – 8
  • Periode : Jumlah kulit
  • Golongan : Jumlah elektron valensi (jumlah elektron pada kulit terakhir)
  • Contoh: 11Na = 2) 8) 1) → Banyak kulit = 3 (menunjukkan periode), Elektron valensi = 1 (menunjukkan golongan) sehingga Na terletak pada golongan I A dengan periode 3.
Sifat Periodik Unsur-unsur
 sifat periodik unsur-unsur
Tabel Sistem Periodik Unsur
 tabel sistem periodik unsur
Tabel Unsur
 tabel unsur
Demikian artikel yang saya tulis semoga bermanfaat.

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2

Reaksi Ionisasi : reaksi yang terjadi dimana suatu senyawa menjadi ion-ion dari unsur penyusunnya. Contoh : NaCl(s) -> Na+(aq) + Cl-(aq) ; senyawa NaCl berubah menjadi ion unsur penyusunnya, Na+ dan Cl- K2SO4 -> 2K+ + SO42- Pengertian derajat ionisasi adalah hubungan secara kualitatif kuat lemahnya suatu elektrolit, nama lain derajat ionisasi adalah derajat disosiasi. Simbolnya ? (alfa) Rumus derajat ionisasi atau rumus derajat disosiasi : ? = MT / MM MT = jumlah mol zat yang terionisasi MM = jumlah mol zat yang dilarutkan atau mula-mula 1. Elektrolit kuat mempunyai harga derajat ionisasi = 1 Contoh senyawa yang termasuk larutan elektrolit kuat = HCl, HBr, HI (ketiga larutan ini adalah larutan hidrogen halida), selain itu larutan hidroksida untuk golongan IA (NaOH, KOH, RbOH, CsOH), dan larutan hidroksida untuk golongan IIA yaitu Ca(OH)2, Sr(OH)2, Ba(OH)2 2. Elektrolit lemah mempunyai harga derajat disosiasi mendekati 0 Contoh larutan elektrolit lemah = asam asetat atau CH3COOH, amonium hidroksida NH4OH, H2CO3, asam nitrit atau HNO2, dan asam fosfat atau H3PO4 3. Larutan Nonelektrolit mempunya harga derajat ionisasi = 0 Contoh larutan nonelektrolit = larutan urea dan larutan glukosa
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2 - Alhamdulilah, sekarang kita berada di semester genap, semester 2 kelas X, dan materi Kimia yang kita pelajari pertama adalah Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit. Setelah itu kita lanjutkan membahas mengenai Reaksi Reduksi dan Oksidasi. Sudah siap belajar kan? Ok, saya mulai dengan pertanyaan : Apabila kalian memegang kabel yang teraliri oleh arus listrik yang terkelupas isolatornya apa yang terjadi? Kalian akan tersengat aliran listriknya kan? Mengapa hal itu terjadi? Semua itu disebabkan karena dalam tubuh manusia memiliki LARUTAN yang mampu menghantarkan arus listrik. Sekarang yang menjadi pokok pikiran adalah, apakah semua larutan mampu menghantarkan listrik? Inilah yang akan kita bahas dalam Materi Kimia Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit. Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2 Sebagai bahan untuk menguji ada tidaknya daya hantar listrik kita menggunakan alat uji elektrolit yang dapat dirangkai sendiri : lampu, kabel, elektrode karbon, batrei. Perhatikan gambar : Pengertian Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik atau semua zat bila dilarutkan dalam air maka akan mengalami ionisasi dan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Pengertian Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat mengantarkan arus listrik atau semua zat bila dilarutkan dalam air tidak mengalami ionisasi dan menghasilkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Secara sederhana Perbedaan Larutan Elektrolit dan nonelektrolit : Larutan elektrolit : mengalami ionisasi, menghantarkan arus listrik Larutan nonelektrolit : tidak mengalami ionisasi, tidak dapat menghantarkan arus listrik Jenis larutan elektrolit – Khusus untuk larutan elektrolit terdiri dari 2 macam larutan, yaitu larutan elektrolit kuat dan lerutan elektrolit lemah : Pengertian larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sempurna atau terionisasi sempurna dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang baik. Pengertian larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sebagian atau terionisasi sebagian dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang buruk. Larutan Elektrolit Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit | Materi Kimia SMA Kelas X Semester 2

Jurus Jitu Belajar Kimia Sukses

Jurus Jitu Belajar Kimia Satu kata yang mungkin paling sering didengar para siswa (sebenarnya sih semua siswa juga tahu bahwa kewajiban utamanya) memang pada satu kata tersebut. Apalagi kalau bukan belajar, belajar, belajar. Namun tidak jarang kan apabila tahu bukan berarti mau melaksanakannya apalagi secara sadar tanpa harus terpaksa-paksa (he he). Coz, biar efisien dan efektif belajar ternyata bisa disiasati dengan jurus dahsyat terutama untuk pelajaran kimia. Belajar dengan waktu yang lama belum tentu hasilnya memuaskan jika belajar kita tidak efektif. Setelah berjam-jam membolak-balik buku tetapi tetap saja nggak ada yang nyangkut di otak. Itu berarti belajar kita tidak efektif. Cobalah beberapa tips ‘n triks berikut agar kamu-kamu lebih bisa efektif. 1. Bikin body se-fresh mungkin. Dengan begitu membuat pikiran kita juga lebih fresh. Mandi adalah salah satu caranya. 2. Cari suasana yang paling nyaman. Bisa di taman, di tempat sunyi (asal jangan di kuburan). Biasanya juga memutar musik yang ngebantu kita merasa betah dan nyaman tentunya bukan aliran hard rock dengan bass yang mengetarkan telinga. Bersihin dan rapiin kamar, ini membantu agar lebih konsentrasi. 3. Susunlah hubungan-hubungan yang terjadi dari catatan-catatan kecilmu. Buatlah semacam kerangka tulisan yang menjelaskan dari awal dan akhir. Ini membantu kita untuk mengerti pelajaran yang kamu pelajari. Dengan demikian otak kamu terlatih untuk menganalisis sebuah masalah dan menemukan cara mengatasinya. Berbeda dengan sekadar menghafal, tanpa tahu apa yang sebenarnya kamu pelajari. Hal ini bakal tidak berlangsung lama karena sebelum kamu tuntas menghafal seluruhnya, hafalan pertama sudah lupa. Hematlah penggunaan memori kamu, karena memori kamu bukan harddisk atau CD-RW atau USB Flash. Jadi sekali kamu mengerti tidak mudah untuk lupa karena yang diingat memorimu adalah hasil pemahaman otak, bukan tulisan-tulisan di buku. 4. Hindari SKS (Sistem Kebut Semalam). Hal ini akan membuat badanmu loyo, gontai, meriang, pegel-pegel, de-el-el. Ingat, otak manuia punya batas. Kagak bisa dipaksain untuk bekerja terus menerus dan sekaligus (kayak multi-tasking, gitu…). Mengapa? Karena otak dirancang untuk bekerja efesien. Jika ada pemahaman baru, maka pemahaman lama akan dihapus dan diganti dengan pemahaman baru. Pemahaman yang kita peroleh bersifat bertahap yang semakin lama semakin baus. Inilah yang disebut kemampuan belajar. Misalnya kita belajar sembilan bab, kamu harus memahami bab demi bab dengan bertahap hingga lengkap sampai sembilan bab sebagai satu kesatuan. 5. Otak kita butuh istirahat, kalau sudah jenuh. Istirahat dengan beberapa saat untuk mengendurkan otot termasuk mata. Dengan demikian ngga terasa otak kita akan bertahan cukup lama untuk belajar. 6. Buatlah kesimpulan pada setiap akhir belajar. Ini agar kamu mengetahui inti dari seluruh bahasan yang telah dipelajari. Buat cara jembatan keledai untuk jenis hafalan, seperti deret unsur Gol VIIIa/ gas mulia: Heboh Negara Argentina Karena Xenon Renang (He Ne Ar Kr Xe Rn) atau sistem kunci dan gembok berikut: pada reaksi elektrokimia berlaku KRAO (Katoda Reduksi Anoda Oksida). Untuk perhitungan kimia konsep Mol dan Hukum Dasar Kimia harus benar-benar terkuasai lebeh dulu karena ini dasar perhitungan semua hitung terapan kimia, kuasailah cara teoritisnya dan cara penyelesaian dengan smart solution (cara cepat gitu). 7. Anggaplah belajar suatu kebutuhan hidup kita. Seperti makan, minum, tidur, main, de-el-el. Hal ini akan melatih otak untuk berpikir kritis dan mudah menerima hal-hal baru. Agar jadi amalan dunia akhirat. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah belajar,

Rangkuman materi pelajaran kimia sma kelas x bab mol

BAB MOL pelajaran KIMIA sma kelas X semester 2 : MOL oleh IUPAC mol merupakan satuan yang menyatakan jumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat atau singkatnya satuan jumlah zat. standar atom karbon-12 (C-12) : " satu mol suatu zat adalah sejumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumllahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12,00 gram C-12 ". jumlah partikel dalam 12,00 gram C-12 adalah 6,02 X 10^23 butir atom, disebut bilangan avogadro atau tetapan avogadro (L). jadi, satu mol logam besi mengandung 6,02 X 10^23 butir atom besi, sedangkan 1 mol air mengandung 6,02 X 10^23 molekul air. [ 1 mol zat = L partikel = 6,02 X 10^23 partikel ] partikel bisa atom, molekul, atau ion. massa 1 mol zat dinamakan massa molar. MASSA MOLAR hubungan antara massa molar dengan massa atom relatif sebagai berikut. untuk menghitung massa 1 mol zat A dapat di gunakan rumusan massa atom relatif (Ar) sebagai berikut. [ massa 1 mol A = (Ar A) gram ] kesimpulan : " massa molar adalah massa zat itu yang sama dengan massa atom atau massa rumus zat tersebut dinyatakan dalam gram ". satuan massa molar adalah gram mol^-1 atau gram/mol. Mr dari suatu molekul atau satuan rumus kimia senyawa adalah jumlah Ar dari atom-atom penyusunnya. [ massa 1 mol AB = (Mr AB) gram] hubungan antara massa, jumlah mol dan massa rumus (Mr) suatu zat : [ a gram zat = (a/Mr) mol ] Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2348403-rangkuman-materi-pelajaran-kimia-sma/#ixzz2KsRMQ5DK